Menu

Mode Gelap
Korupsi Dana MBG Hingga Triliunan, Kepala BGN Dijebloskan Kepenjara Oleh Kejagung Pekon Lugusari Gelar FGD Pencegahan dan Penurunan Stunting Tahun 2026 PB Mulia Club Sukses Gelar Turnamen 3 Banjar Gugatan Praperadilan Mantan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi Ditolak Puji Lestari Tuntut Keadilan, LBH Pesenggiri Kawal Ketat Kasus Pengeroyokan di Pringsewu Torehkan WTP 11 Kali Berturut-turut, Pemkab Pringsewu Membanggakan

Berita

Pekon Lugusari Gelar FGD Pencegahan dan Penurunan Stunting Tahun 2026

Avatarbadge-check


					Pekon Lugusari Gelar FGD Pencegahan dan Penurunan Stunting Tahun 2026 Perbesar

Pringsewu (matanasional.co.id) – Pemerintah Pekon Lugusari, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pencegahan dan Penurunan Stunting Tahun 2026, Kamis (4/6/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam menekan angka stunting serta meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di wilayah setempat.

FGD tersebut dibuka langsung oleh Penjabat (Pj) Kepala Pekon Lugusari, Adi Sutrisno. Kegiatan juga dihadiri aparatur Pekon Lugusari, Pendamping Lokal Desa Herlin Adi Wijaya, Bidan Desa Ratna Purnama Dewi, kader Kader Pembangunan Manusia (KPM), serta kader Posyandu Pekon Lugusari.

Dalam forum tersebut, peserta membahas berbagai langkah strategis untuk memperkuat pencegahan dan percepatan penurunan stunting, mulai dari pemenuhan gizi balita, peningkatan layanan kesehatan, pemantauan tumbuh kembang anak, hingga pendampingan bagi ibu hamil yang masuk kategori berisiko.

Pj Kepala Pekon Lugusari, Adi Sutrisno, menegaskan bahwa penanganan stunting memerlukan keterlibatan seluruh pihak, baik pemerintah pekon, tenaga kesehatan, maupun masyarakat.

“Bersama-sama kita harus memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup dan pelayanan kesehatan yang optimal agar angka stunting di Pekon Lugusari dapat terus ditekan,” ujarnya.

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut, jumlah balita di Pekon Lugusari saat ini mencapai 205 anak. Dari jumlah tersebut, tercatat sebanyak 6 anak mengalami stunting. Selain itu, terdapat 3 ibu hamil yang masuk kategori Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan menjadi prioritas pendampingan guna mencegah risiko stunting pada bayi yang akan dilahirkan.

Melalui FGD ini, Pemerintah Pekon Lugusari berharap seluruh pihak dapat meningkatkan koordinasi dan komitmen dalam menjalankan program pencegahan stunting sehingga terwujud generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korupsi Dana MBG Hingga Triliunan, Kepala BGN Dijebloskan Kepenjara Oleh Kejagung

4 Juni 2026 - 08:32 WIB

PB Mulia Club Sukses Gelar Turnamen 3 Banjar

3 Juni 2026 - 10:08 WIB

Gugatan Praperadilan Mantan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi Ditolak

2 Juni 2026 - 16:38 WIB

Puji Lestari Tuntut Keadilan, LBH Pesenggiri Kawal Ketat Kasus Pengeroyokan di Pringsewu

30 Mei 2026 - 05:43 WIB

Torehkan WTP 11 Kali Berturut-turut, Pemkab Pringsewu Membanggakan

29 Mei 2026 - 14:35 WIB

Trending di Berita