Pringsewu (matanasional.co.id) – Pemerintah Pekon Lugusari, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pencegahan dan Penurunan Stunting Tahun 2026, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam menekan angka stunting serta meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di wilayah setempat.

FGD tersebut dibuka langsung oleh Penjabat (Pj) Kepala Pekon Lugusari, Adi Sutrisno. Kegiatan juga dihadiri aparatur Pekon Lugusari, Pendamping Lokal Desa Herlin Adi Wijaya, Bidan Desa Ratna Purnama Dewi, kader Kader Pembangunan Manusia (KPM), serta kader Posyandu Pekon Lugusari.
Dalam forum tersebut, peserta membahas berbagai langkah strategis untuk memperkuat pencegahan dan percepatan penurunan stunting, mulai dari pemenuhan gizi balita, peningkatan layanan kesehatan, pemantauan tumbuh kembang anak, hingga pendampingan bagi ibu hamil yang masuk kategori berisiko.
Pj Kepala Pekon Lugusari, Adi Sutrisno, menegaskan bahwa penanganan stunting memerlukan keterlibatan seluruh pihak, baik pemerintah pekon, tenaga kesehatan, maupun masyarakat.
“Bersama-sama kita harus memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup dan pelayanan kesehatan yang optimal agar angka stunting di Pekon Lugusari dapat terus ditekan,” ujarnya.

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut, jumlah balita di Pekon Lugusari saat ini mencapai 205 anak. Dari jumlah tersebut, tercatat sebanyak 6 anak mengalami stunting. Selain itu, terdapat 3 ibu hamil yang masuk kategori Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan menjadi prioritas pendampingan guna mencegah risiko stunting pada bayi yang akan dilahirkan.
Melalui FGD ini, Pemerintah Pekon Lugusari berharap seluruh pihak dapat meningkatkan koordinasi dan komitmen dalam menjalankan program pencegahan stunting sehingga terwujud generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa mendatang.














