Menu

Mode Gelap
Puji Lestari Tuntut Keadilan, LBH Pesenggiri Kawal Ketat Kasus Pengeroyokan di Pringsewu Torehkan WTP 11 Kali Berturut-turut, Pemkab Pringsewu Membanggakan Pertahankan WTP 11 Kali, BPKAD Pringsewu Akan Terus Meningkatkan Tata Kelola Keuangan Daerah yang Transparan dan Akuntabel Merayakan Idul Adha, Jamaah Masjid Bamsol Pringsewu Utara Melaksanakan Qurban. Penyulingan BBM Bersubsidi di Aek Nabara Resahkan Warga Diduga Terjadi Penimbunan Pertalite dan Solar di Way Bungur Lampung Timur

Daerah

Rompi Pink Menanti Kades Durian dan kroninya: Masyarakat Geram, Uang Rakyat Diacak-acak! ‎

Avatarbadge-check


					Rompi Pink Menanti Kades Durian dan kroninya: Masyarakat Geram, Uang Rakyat Diacak-acak! ‎ Perbesar

Pesawaran – Matanasional.co.id – Bau busuk dugaan korupsi di Desa Durian makin menyengat. Pasca laporan masyarakat tahun anggaran 2023–2024 ke Kejaksaan Negeri Pesawaran, yang kemudian dilimpahkan ke Inspektorat Kabupaten Pesawaran kini terkuak beragam kejanggalan proyek desa.

‎Tim Inspektorat bahkan sudah turun langsung ke lapangan (9-10/9/2025), meminta keterangan puluhan warga dan memeriksa item-item proyek pembangunan. Dan hasilnya? Luar biasa berdasarkan keterangan Waraga. Ada pompa sibel senilai Rp25 juta, rehab sumur bor yang katanya “swa kelola” tapi faktanya diborongkan, dua unit alat fogging senilai Rp40 juta, hingga masker alien seharga Rp1,5 juta, wah inimah Markup besar-besaran.

Tak sampai di situ, beasiswa untuk siswa berprestasi yang seharusnya Rp1–2 juta per anak ternyata hanya “turun” Rp100 ribu. Bantuan santunan kematian pun lebih mirip candaan: lima dus air mineral untuk warga yang berduka, meski anggarannya Rp850 ribu.

Masyarakat juga menyebut ada pemalsuan tanda tangan dan nota palsu, Seorang warga (EW) yang tanda tangannya dipalsukan mengaku sangat dirugikan dan menyatakan akan segera melaporkan perbuatan itu ke pihak kepolisian. “Ini sudah keterlaluan. Nama kami dipakai, tanda tangan kami dipalsukan, kami akan tempuh jalur hukum,” ujarnya geram.

‎“Kalau cuma suruh mengembalikan uang, hukum kita tumpul!” sambung warga lain. “Kami muak. Oknum kades dan perangkatnya seenaknya main-main dengan uang rakyat. Kami ingin mereka kenakan rompi pink kejaksaan!”

‎Gelombang kemarahan pun kian membesar, Kasus ini dariawal sudah dikawal AMP dan juga FOKAL. Warga Desa Durian menyatakan siap turun ke jalan untuk menggelar aksi besar-besaran, menuntut penegakan hukum yang tegas tanpa pandang bulu. Rompi pink bukan sekadar simbol, tapi harapan keadilan rakyat. (Madin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Puji Lestari Tuntut Keadilan, LBH Pesenggiri Kawal Ketat Kasus Pengeroyokan di Pringsewu

30 Mei 2026 - 05:43 WIB

Torehkan WTP 11 Kali Berturut-turut, Pemkab Pringsewu Membanggakan

29 Mei 2026 - 14:35 WIB

Pertahankan WTP 11 Kali, BPKAD Pringsewu Akan Terus Meningkatkan Tata Kelola Keuangan Daerah yang Transparan dan Akuntabel

29 Mei 2026 - 14:10 WIB

Penyulingan BBM Bersubsidi di Aek Nabara Resahkan Warga

23 Mei 2026 - 05:58 WIB

Diduga Terjadi Penimbunan Pertalite dan Solar di Way Bungur Lampung Timur

23 Mei 2026 - 05:36 WIB

Trending di Berita