Menu

Mode Gelap
Polisi Bekuk Tusimin Residivis Curanmor Bobol Rumah Warga Bupati Pringsewu Launching Optimalisasi Pemanfaatan Aset Daerah  Bupati Pringsewu Resmikan Gedung Laboratorium Kesehatan Daerah  Sebelum Mengakhiri Hidup di Pohon Coklat, IRT di Pringsewu Tinggalkan Pesan Untuk Suami Polisi Bekuk Lima Pelaku Pencurian Sapi di Pringsewu Peringati HPN dan HUT PWI ke 80 : PWI Pringsewu Bersama Karang Taruna Sukoharjo Gelar Donor Darah

Daerah

Rompi Pink Menanti Kades Durian dan kroninya: Masyarakat Geram, Uang Rakyat Diacak-acak! ‎

Avatarbadge-check


					Rompi Pink Menanti Kades Durian dan kroninya: Masyarakat Geram, Uang Rakyat Diacak-acak! ‎ Perbesar

Pesawaran – Matanasional.co.id – Bau busuk dugaan korupsi di Desa Durian makin menyengat. Pasca laporan masyarakat tahun anggaran 2023–2024 ke Kejaksaan Negeri Pesawaran, yang kemudian dilimpahkan ke Inspektorat Kabupaten Pesawaran kini terkuak beragam kejanggalan proyek desa.

‎Tim Inspektorat bahkan sudah turun langsung ke lapangan (9-10/9/2025), meminta keterangan puluhan warga dan memeriksa item-item proyek pembangunan. Dan hasilnya? Luar biasa berdasarkan keterangan Waraga. Ada pompa sibel senilai Rp25 juta, rehab sumur bor yang katanya “swa kelola” tapi faktanya diborongkan, dua unit alat fogging senilai Rp40 juta, hingga masker alien seharga Rp1,5 juta, wah inimah Markup besar-besaran.

Tak sampai di situ, beasiswa untuk siswa berprestasi yang seharusnya Rp1–2 juta per anak ternyata hanya “turun” Rp100 ribu. Bantuan santunan kematian pun lebih mirip candaan: lima dus air mineral untuk warga yang berduka, meski anggarannya Rp850 ribu.

Masyarakat juga menyebut ada pemalsuan tanda tangan dan nota palsu, Seorang warga (EW) yang tanda tangannya dipalsukan mengaku sangat dirugikan dan menyatakan akan segera melaporkan perbuatan itu ke pihak kepolisian. “Ini sudah keterlaluan. Nama kami dipakai, tanda tangan kami dipalsukan, kami akan tempuh jalur hukum,” ujarnya geram.

‎“Kalau cuma suruh mengembalikan uang, hukum kita tumpul!” sambung warga lain. “Kami muak. Oknum kades dan perangkatnya seenaknya main-main dengan uang rakyat. Kami ingin mereka kenakan rompi pink kejaksaan!”

‎Gelombang kemarahan pun kian membesar, Kasus ini dariawal sudah dikawal AMP dan juga FOKAL. Warga Desa Durian menyatakan siap turun ke jalan untuk menggelar aksi besar-besaran, menuntut penegakan hukum yang tegas tanpa pandang bulu. Rompi pink bukan sekadar simbol, tapi harapan keadilan rakyat. (Madin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jawaban Desa Rowo Rejo Belum Disertai Dokumen, ASWIN Lanjutkan Pendalaman

11 Februari 2026 - 12:34 WIB

Warga Pesawaran Ancam Aksi Jika jalan tak diperbaiki, Bupati Janji Benahi Jalan Pujorahayu.

11 Februari 2026 - 02:15 WIB

Dugaan Penimbunan Solar Subsidi di Bandar Lampung Menguat, Libatkan Truk Modifikasi dan Oknum Aparat

23 Januari 2026 - 22:17 WIB

Polres Pringsewu Amankan Dua Tersangka Kasus Pembunuhan di Lapo Tuak

7 Januari 2026 - 09:50 WIB

Kelompok Tani Kecamatan Talangpadang Gelar Syukuran Panen raya Swasembada Pangan Nasional

7 Januari 2026 - 07:24 WIB

Trending di Berita

Mau Copas? Kreatif dong.