Menu

Mode Gelap
Puji Lestari Tuntut Keadilan, LBH Pesenggiri Kawal Ketat Kasus Pengeroyokan di Pringsewu Torehkan WTP 11 Kali Berturut-turut, Pemkab Pringsewu Membanggakan Pertahankan WTP 11 Kali, BPKAD Pringsewu Akan Terus Meningkatkan Tata Kelola Keuangan Daerah yang Transparan dan Akuntabel Merayakan Idul Adha, Jamaah Masjid Bamsol Pringsewu Utara Melaksanakan Qurban. Penyulingan BBM Bersubsidi di Aek Nabara Resahkan Warga Diduga Terjadi Penimbunan Pertalite dan Solar di Way Bungur Lampung Timur

Daerah

Perkuat Perlindungan Siswa, Pemkab Pesawaran Gencarkan Sosialisasi Anti-Perundungan

Avatarbadge-check


					Perkuat Perlindungan Siswa, Pemkab Pesawaran Gencarkan Sosialisasi Anti-Perundungan Perbesar

Pesawaran –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesawaran melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) terus memperketat pengawasan di lingkungan pendidikan.

Langkah ini diambil guna memutus rantai kekerasan dan aksi perundungan (bullying) yang kerap menghantui dunia sekolah.

​Komitmen tersebut ditegaskan dalam agenda sosialisasi pencegahan kekerasan anak yang berlangsung di SD Negeri 3 Way Lima, Rabu (4/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya masif Pemkab untuk memastikan setiap satuan pendidikan di Bumi Andan Jejama benar-benar menjadi sekolah ramah anak.

​Kepala DP3AP2KB Pesawaran, Maisuri, mengungkapkan bahwa edukasi mendalam mengenai bahaya kekerasan perlu dipahami oleh seluruh elemen sekolah. Menurutnya, kesadaran kolektif adalah kunci utama dalam melindungi hak-hak anak selama mereka menimba ilmu.

​Senada, Korwilcam Way Lima, Melda Novianti, menegaskan dukungannya terhadap program ini. Ia memastikan pihaknya akan melakukan pengawasan rutin dengan melibatkan berbagai lini di sekolah.

​”Kami akan terus berupaya melakukan pencegahan kekerasan di lingkup sekolah dengan memperkuat koordinasi antara guru BK, siswa, hingga wali murid,” tegas Melda.

​Di sisi lain, Maisuri menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi antara guru dan orang tua. Ia meminta para pendidik dan wali murid untuk lebih peka mendeteksi perubahan perilaku anak sebagai indikasi awal adanya tekanan atau kekerasan.

​”Harapannya, melalui upaya pencegahan ini, angka kasus perundungan terhadap anak dapat menurun drastis, khususnya di lingkungan sekolah Kabupaten Pesawaran,” harap Maisuri.

​Ia juga berpesan agar pihak sekolah bersikap transparan dan segera mengambil tindakan sesuai prosedur jika ditemukan kasus kekerasan, tanpa harus menutup-nutupi fakta yang ada.

​Sebagai penutup, Maisuri mengingatkan bahwa kepedulian orang tua di rumah memiliki pengaruh besar. “Langkah kecil seperti meluangkan waktu menanyakan aktivitas anak di sekolah sangat berarti. Rasa peduli ini akan menciptakan lingkungan yang positif bagi perkembangan anak didik kita,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Puji Lestari Tuntut Keadilan, LBH Pesenggiri Kawal Ketat Kasus Pengeroyokan di Pringsewu

30 Mei 2026 - 05:43 WIB

Torehkan WTP 11 Kali Berturut-turut, Pemkab Pringsewu Membanggakan

29 Mei 2026 - 14:35 WIB

Pertahankan WTP 11 Kali, BPKAD Pringsewu Akan Terus Meningkatkan Tata Kelola Keuangan Daerah yang Transparan dan Akuntabel

29 Mei 2026 - 14:10 WIB

Penyulingan BBM Bersubsidi di Aek Nabara Resahkan Warga

23 Mei 2026 - 05:58 WIB

Diduga Terjadi Penimbunan Pertalite dan Solar di Way Bungur Lampung Timur

23 Mei 2026 - 05:36 WIB

Trending di Berita