Menu

Mode Gelap
Sambut Lebaran, PWI Pringsewu Bagikan Daging Sapi dan Bingkisan Pesawaran Masifkan Microsite dan Komunitas Belajar Keluarga Terharu, Badal Umroh untuk Almarhumah Ibu Kasiyah Dilaksanakan di Momen Ramadhan DPD Pekat IB Pringsewu Gelar Baksos dan Buka Puasa Bersama di Bulan Ramadan Tebar Keberkahan Dan Kebaikan, DPD ORMAS PEKAT IB Kabupaten Pringsewu Berbagi Nasi Kotak di Bulan Penuh Berkah Sambut HUT Provinsi Jambi ke 69 Tahun 2026, SDN 116/X Lambur Tanjabtim Sukses Gelar Berbagai Kegiatan

Daerah

Perkuat Perlindungan Siswa, Pemkab Pesawaran Gencarkan Sosialisasi Anti-Perundungan

Avatarbadge-check


					Perkuat Perlindungan Siswa, Pemkab Pesawaran Gencarkan Sosialisasi Anti-Perundungan Perbesar

Pesawaran –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesawaran melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) terus memperketat pengawasan di lingkungan pendidikan.

Langkah ini diambil guna memutus rantai kekerasan dan aksi perundungan (bullying) yang kerap menghantui dunia sekolah.

​Komitmen tersebut ditegaskan dalam agenda sosialisasi pencegahan kekerasan anak yang berlangsung di SD Negeri 3 Way Lima, Rabu (4/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya masif Pemkab untuk memastikan setiap satuan pendidikan di Bumi Andan Jejama benar-benar menjadi sekolah ramah anak.

​Kepala DP3AP2KB Pesawaran, Maisuri, mengungkapkan bahwa edukasi mendalam mengenai bahaya kekerasan perlu dipahami oleh seluruh elemen sekolah. Menurutnya, kesadaran kolektif adalah kunci utama dalam melindungi hak-hak anak selama mereka menimba ilmu.

​Senada, Korwilcam Way Lima, Melda Novianti, menegaskan dukungannya terhadap program ini. Ia memastikan pihaknya akan melakukan pengawasan rutin dengan melibatkan berbagai lini di sekolah.

​”Kami akan terus berupaya melakukan pencegahan kekerasan di lingkup sekolah dengan memperkuat koordinasi antara guru BK, siswa, hingga wali murid,” tegas Melda.

​Di sisi lain, Maisuri menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi antara guru dan orang tua. Ia meminta para pendidik dan wali murid untuk lebih peka mendeteksi perubahan perilaku anak sebagai indikasi awal adanya tekanan atau kekerasan.

​”Harapannya, melalui upaya pencegahan ini, angka kasus perundungan terhadap anak dapat menurun drastis, khususnya di lingkungan sekolah Kabupaten Pesawaran,” harap Maisuri.

​Ia juga berpesan agar pihak sekolah bersikap transparan dan segera mengambil tindakan sesuai prosedur jika ditemukan kasus kekerasan, tanpa harus menutup-nutupi fakta yang ada.

​Sebagai penutup, Maisuri mengingatkan bahwa kepedulian orang tua di rumah memiliki pengaruh besar. “Langkah kecil seperti meluangkan waktu menanyakan aktivitas anak di sekolah sangat berarti. Rasa peduli ini akan menciptakan lingkungan yang positif bagi perkembangan anak didik kita,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pesawaran Masifkan Microsite dan Komunitas Belajar

11 Maret 2026 - 05:32 WIB

DPD Pekat IB Pringsewu Gelar Baksos dan Buka Puasa Bersama di Bulan Ramadan

7 Maret 2026 - 12:58 WIB

Ikut Peringati HPN Tahun 2026, Kepala SDN 116 Lambur Tanjabtim Tekankan Pentingnya Pers Profesional

5 Maret 2026 - 04:31 WIB

Perubahan Perda No.16 Tahun 2016, Bupati Pringsewu Jawab Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD

3 Maret 2026 - 13:58 WIB

Pemkab Pringsewu Kembali Ubah Perda No.16 Tahun 2016

3 Maret 2026 - 13:55 WIB

Trending di Berita