Menu

Mode Gelap
Puji Lestari Tuntut Keadilan, LBH Pesenggiri Kawal Ketat Kasus Pengeroyokan di Pringsewu Torehkan WTP 11 Kali Berturut-turut, Pemkab Pringsewu Membanggakan Pertahankan WTP 11 Kali, BPKAD Pringsewu Akan Terus Meningkatkan Tata Kelola Keuangan Daerah yang Transparan dan Akuntabel Merayakan Idul Adha, Jamaah Masjid Bamsol Pringsewu Utara Melaksanakan Qurban. Penyulingan BBM Bersubsidi di Aek Nabara Resahkan Warga Diduga Terjadi Penimbunan Pertalite dan Solar di Way Bungur Lampung Timur

Berita

Pemkab MBD Minta Inpex Masela Buka Ruang Bagi UMKM

Avatarbadge-check


					Pemkab MBD Minta Inpex Masela Buka Ruang Bagi UMKM Perbesar

MataNasional.co.id., Tiakur – Dalam rangka mendukung pengoperasian Blok Masela maka PT. Inpex Masela bekerjasama dengan Universitas Pattimura (Unpatti) melakukan survei supplay food, kondisi sosial masyarakat dan tenaga kerja serta vendor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).

“Dalam beberapa bulan kedepan Inpex sudah mulai groundbreaking baik penataan jalur perpipaan dan studi tanah untuk memulai konstruksi, tentu akan melibatkkan banyak sekali pekerja dan mereka butuh supplay pangan baik untuk catring maupun basecamp,” demikian disampaikan Ketua Tim Survey Unpatti, Prof. Yusthinus Male dalam Focus Group Discassion (FGD) yang digelar bersama Pemerintah Kabupaten MBD di ruang rapat Kantor Bupati MBD, Jumat (08/08/2025).

Male menjelaskan, ada dua daerah yang menjadi sorotan utama yakni di di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) yang menjadi lokasi pembangunan kilang darat dan kabupaten yang terdekat yang dapat menyangga ialah MBD.

“Sebelas kabupaten/kota di Maluku dapat melakukan usaha bisnis bersama Inpex Masela dalam bentuk badan usaha dengan layanan restauran, penyedia bahan pangan, penyewaan kapal hingga konstruksi sipil,” jelasnya.

Lebih lanjut Ia mengatakan, bisa lebih dari 12 ribu orang bahkan bisa meningkat menjadi 30 ribu orang apabila bersama keluarga akan datang di Kabupaten KKT, maka bahan pangan sudah harus disiapkan dari MBD sehingga dapat mendukung.

Ia berharap, pemerintah daerah dan masyarakat dapat melihat kesempatan ini dengan baik sehingga tidak menjadi penonton di daerah sendiri. Ada banyak sekali layanan yang dibutuhkan, silahkan dipilih dan dikembangkan baik dari sisi pertanian, peternakan dan laundry, catering dan jasa lainnya.

Sementara itu, Bupati MBD yang diwakili Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten MBD, Yafet Lelatobur dalam sambutannya mengatakan, proyek LNG Blok Masela merupakan salah satu proyek energi terbesar di Indonesia yang akan membawa dampak signifikan bagi pembangunan nasional dan daerah, khususnya di Kabupaten Maluku Barat Daya.

Dengan potensi gas alam yang sangat besar, proyek ini membutuhkan dukungan dari berbagai sektor, termasuk sektor pangan.

“Sektor food supply atau pasokan pangan menjadi sangat krusial dalam mendukung operasional proyek ini, baik untuk kebutuhan pekerja, logistik, maupun keberlanjutan operasional jangka panjang.

Oleh karena itu, keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok ini menjadi sangat strategis, tidak hanya untuk mendukung efisiensi proyek, tetapi juga sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat,” ungkap Lelatobur.

Ia mengatakan, Kabupaten MBD memiliki potensi besar dalam sektor pertanian, perikanan, dan peternakan. Inilah kesempatan emas bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal untuk ambil bagian secara aktif dalam mendukung kebutuhan logistik pangan bagi proyek LNG Blok Masela. Pemerintah daerah siap memfasilitasi dan mendorong kolaborasi antara pelaku usaha lokal dengan pihak pengelola proyek.

“Kita tidak ingin proyek sebesar ini berjalan tanpa dampak langsung yang signifikan bagi masyarakat sekitar. Maka dari itu, penguatan kapasitas, pendampingan usaha, pelatihan standar food safety, dan sistem logistik yang terintegrasi harus segera disiapkan agar masyarakat benar-benar bisa menjadi pemain utama dalam penyediaan kebutuhan pangan proyek,” jelasnya.

Ia menambahkan, Pemkab MBD akan menginisiasi pembentukan tim koordinasi daerah untuk mendata dan memverifikasi pelaku usaha potensial di sektor pangan. Ini penting untuk memastikan siapa saja yang bisa segera masuk dalam sistem food supply LNG Blok Masela secara profesional dan berkelanjutan.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melihat peluang ini secara positif dan proaktif. Jangan hanya menjadi penonton dalam proyek besar ini, tapi mari kita ambil bagian dan berkontribusi nyata demi kemajuan daerah kita tercinta,” ajaknya.

Ia berharap agar Inpex Masela dan seluruh mitra kerja dapat membuka ruang selebar-lebarnya bagi UMKM lokal dan koperasi masyarakat untuk masuk dalam sistem rantai pasok ini. Transparansi, kolaborasi, dan keberpihakan kepada lokal menjadi kunci utama agar asas manfaat proyek ini benar-benar terasa di daerah ini. (FN)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Torehkan WTP 11 Kali Berturut-turut, Pemkab Pringsewu Membanggakan

29 Mei 2026 - 14:35 WIB

Pertahankan WTP 11 Kali, BPKAD Pringsewu Akan Terus Meningkatkan Tata Kelola Keuangan Daerah yang Transparan dan Akuntabel

29 Mei 2026 - 14:10 WIB

Merayakan Idul Adha, Jamaah Masjid Bamsol Pringsewu Utara Melaksanakan Qurban.

27 Mei 2026 - 05:42 WIB

Penyulingan BBM Bersubsidi di Aek Nabara Resahkan Warga

23 Mei 2026 - 05:58 WIB

Diduga Terjadi Penimbunan Pertalite dan Solar di Way Bungur Lampung Timur

23 Mei 2026 - 05:36 WIB

Trending di Berita