Menu

Mode Gelap
Puji Lestari Tuntut Keadilan, LBH Pesenggiri Kawal Ketat Kasus Pengeroyokan di Pringsewu Torehkan WTP 11 Kali Berturut-turut, Pemkab Pringsewu Membanggakan Pertahankan WTP 11 Kali, BPKAD Pringsewu Akan Terus Meningkatkan Tata Kelola Keuangan Daerah yang Transparan dan Akuntabel Merayakan Idul Adha, Jamaah Masjid Bamsol Pringsewu Utara Melaksanakan Qurban. Penyulingan BBM Bersubsidi di Aek Nabara Resahkan Warga Diduga Terjadi Penimbunan Pertalite dan Solar di Way Bungur Lampung Timur

Berita

Buat Bangga Orang Tua, Farras Ulinnuha Lulus Jadi Dokter Termuda

Avatarbadge-check


					Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

MataNasional.co.id, JAKARTA – Lulus kuliah diperguruan tinggi di usia muda memang menjadi kebanggaan bagi setiap orang tua. Pasalnya, orang tua mana yang tidak akan menangis terharu dan bangga melihat anaknya yang telah dewasa kerena telah lulus menjadi sarjana.

Demikian disampaikan oleh dr. Ulinnoha kepada media MataNasional.co.id belum lama ini. Menurutnya, selain menjadi kebanggaan tersendiri bagi orang tua khususnya kami, berarti Farras juga telah menunjukkan kemandirian, kecerdasan, dan keberhasilan setiap anak dalam meraih impian pendidikan serta meringankan beban finansial, menjadi pencapaian membanggakan yang memperlihatkan kerja keras anak dan dukungan keluarga, serta membuka jalan untuk kesuksesan masa depannya.”Farras berhasil menjadi wisudawan termuda UGM  lulusan S1 Kedokteran di usia 19 tahun 8 bulan 17 hari. Dan Farras menjadi pusat perhatian para wisudawan UGM jelang akhir tahun karena usianya yang tergolong masih muda,” katanya.

Lebihlanjut Ulin menjelaskan, ketertarikan Farras pada dunia kedokteran tumbuh sejak diusia kecil. Dimana saat ibunya bekerja di rumah sakit dan klinik keluarga, Farras selalu ikut dan membantu ibunya sehingga, bagi Farras dunia medis bukanlah hal yang tabu lagi.”Saya berharap dengan ilmu yang sudah didapat bisa dikembangkan dan bisa melanjutkan profesi sebagai dokter dan dapat membantu masyarakat yang membutuhkannya,” ujarnya.

Menelisik catatan dari UGM, status wisudawan termuda ini berhasil disandang gadis asal Lampung ini karena usia rata-rata 1.729 lulusan program sarjana adalah 22 tahun 6 bulan 15 hari. Dan Farras Ulinnuha tercatat sebagai lulusan paling muda diantara rekan-rekan sejawatnya. Sedikit menelusuri catatan awal mula Farras mengenyam awal pendidikan. Dimana Farras masuk SD lebih cepat dari teman-temannya. Bahkan ia ikut ujian nasional masuk SMP ketika ia masih duduk dibangku kelas 5 SD. Kemudian ia lulus dan lanjut ke tingkat SMP 3 tahun, dan kemudian saat SMA ia hanya menyelesaikan 2 tahun setelah itu lanjut mendaftarkan diri ke perguruan tinggi UGM dan lulus menjadi wisudawan termuda.

Sementara itu, disela kebahagian ini Farras Ulinnuha mengaku, saat memasuki jenjang perkuliahan di usia 16 tahun bukan hal yang mudah. Dan ini membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan baru, budaya belajar yang berbeda, serta dinamika pertemanan dengan mahasiswa yang mayoritas lebih tua. Meski begitu, saya merasa beruntung karena lingkungan kedokteran UGM cukup inklusif dan membuatnya cepat menyesuaikan diri.“Di awal kuliah, penyesuaian berjalan tidak selalu mulus, tetapi perlahan saya menemukan ritme yang tepat dan akhirnya bisa lulus dengan predikat termuda,” katanya.

Memasuki dunia kampus, Farras mencoba membangun keseimbangan dengan aktif berorganisasi di lingkungan fakultas. Ia bergabung dengan organisasi Asian Medical Students Association (AMSA) dan Center for Indonesian Medical Students Activities (CIMSA), ruang yang memberinya kesempatan mempelajari hal baru di luar kelas tanpa tekanan. Dirinya juga bercerita saat mengikuti preklinik dan belajar anatomi, ia dan temannya mendapat kesempatan masuk ke ruang operasi bersama seorang dokter ortopedi yang mengajar mereka.“Itu momen paling berharga. Saya kagum sekali, baru awal-awal kuliah, terus bisa lihat langsung bagaimana ruang Operasi Kecil bekerja,” kenangnya.

Farras berharap, ilmu dan perjalanan panjang yang telah di dapat menjadi penyemangat bagi mahasiswa lain. Dan saya percaya bahwa keberhasilan tidak selalu datang dari kecepatan, melainkan dari konsistensi, profesionalitas dan keyakinan pada proses diri sendiri.” Di usia yang masih sangat muda ini, saya berhasil menutup babak panjang pendidikan sarjananya dengan membawa harapan besar untuk masa depan dan rencana kembali mengabdikan diri di tanah kelahiran untuk kepentingan umum,” pungkasnya. (pan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Torehkan WTP 11 Kali Berturut-turut, Pemkab Pringsewu Membanggakan

29 Mei 2026 - 14:35 WIB

Pertahankan WTP 11 Kali, BPKAD Pringsewu Akan Terus Meningkatkan Tata Kelola Keuangan Daerah yang Transparan dan Akuntabel

29 Mei 2026 - 14:10 WIB

Merayakan Idul Adha, Jamaah Masjid Bamsol Pringsewu Utara Melaksanakan Qurban.

27 Mei 2026 - 05:42 WIB

Penyulingan BBM Bersubsidi di Aek Nabara Resahkan Warga

23 Mei 2026 - 05:58 WIB

Diduga Terjadi Penimbunan Pertalite dan Solar di Way Bungur Lampung Timur

23 Mei 2026 - 05:36 WIB

Trending di Berita