Menu

Mode Gelap
Polisi Bekuk Tusimin Residivis Curanmor Bobol Rumah Warga Bupati Pringsewu Launching Optimalisasi Pemanfaatan Aset Daerah  Bupati Pringsewu Resmikan Gedung Laboratorium Kesehatan Daerah  Sebelum Mengakhiri Hidup di Pohon Coklat, IRT di Pringsewu Tinggalkan Pesan Untuk Suami Polisi Bekuk Lima Pelaku Pencurian Sapi di Pringsewu Peringati HPN dan HUT PWI ke 80 : PWI Pringsewu Bersama Karang Taruna Sukoharjo Gelar Donor Darah

Berita

Sekjen AMP Madin Asyaif Dorong Pembinaan KWT di Pesawaran, Siapkan Demplot di Desa Sukadadi

Avatarbadge-check


					Sekjen AMP Madin Asyaif Dorong Pembinaan KWT di Pesawaran, Siapkan Demplot di Desa Sukadadi Perbesar

Pesawaran – Sekretaris Jenderal Aliansi Masyarakat Pesawaran (AMP), Madin Asyaif, yang juga dikenal sebagai aktivis agraria, terus menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat desa. Salah satu langkah nyatanya adalah dengan mendorong penguatan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kabupaten Pesawaran melalui program pembinaan terpadu. Dalam waktu dekat, AMP akan memulai pembangunan demonstration plot (demplot) percontohan di Desa Sukadadi, Kecamatan Gedong Tataan.

Menurut Madin, peran KWT sangat strategis dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat desa, khususnya kaum perempuan. “Kita ingin membuktikan bahwa pemberdayaan perempuan lewat sektor pertanian bukan hanya wacana. Demplot ini akan jadi ruang belajar, praktik, dan inovasi pertanian ramah lingkungan yang langsung menyentuh kebutuhan warga,” ujarnya, Sabtu (27/7).

Untuk memperkuat dampak program ini, AMP berencana menggandeng berbagai pihak, mulai dari perusahaan penyedia bibit unggul, distributor obat-obatan pertanian yang ramah lingkungan, hingga kalangan akademisi dari perguruan tinggi. Kolaborasi ini ditujukan agar KWT tidak hanya mendapatkan pelatihan teknis, tetapi juga didukung dengan teknologi pertanian terkini dan pendekatan ilmiah yang berkelanjutan.

“Ini bukan program instan. Kita akan dampingi KWT dari sisi pelatihan, akses bibit, pemanfaatan teknologi, hingga pemasaran produk. Semangatnya adalah gotong royong dan keberlanjutan. Karena itu, penting bagi kita untuk melibatkan sebanyak mungkin pihak yang memiliki kepedulian dan kompetensi,” tambah Madin.

Demplot ini direncanakan akan menjadi pusat pembelajaran budidaya hortikultura, pengelolaan limbah organik, dan pengolahan hasil pertanian rumah tangga yang dapat direplikasi di desa-desa lain.

Dalam waktu dekat, AMP bersama warga akan mulai menyiapkan lahan serta sarana penunjang lainnya. Melalui program ini, Madin berharap Desa Sukadadi dapat menjadi model pembinaan KWT yang efektif, kolaboratif, dan menginspirasi pengembangan pertanian komunitas di Kabupaten Pesawaran secara lebih luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polisi Bekuk Tusimin Residivis Curanmor Bobol Rumah Warga

18 Februari 2026 - 12:25 WIB

Bupati Pringsewu Launching Optimalisasi Pemanfaatan Aset Daerah 

18 Februari 2026 - 12:12 WIB

Bupati Pringsewu Resmikan Gedung Laboratorium Kesehatan Daerah 

18 Februari 2026 - 12:06 WIB

Sebelum Mengakhiri Hidup di Pohon Coklat, IRT di Pringsewu Tinggalkan Pesan Untuk Suami

18 Februari 2026 - 10:31 WIB

Polisi Bekuk Lima Pelaku Pencurian Sapi di Pringsewu

17 Februari 2026 - 03:49 WIB

Trending di Berita

Mau Copas? Kreatif dong.