Pringsewu Matanasional.co.id– Kegiatan Bincang Jumat yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pringsewu menghadirkan Anggota DPD RI Komisi IV Bidang Pengawasan Keuangan, Almira Nabila Fauzi, B.Bu., S.Com, sebagai narasumber.
Dalam forum diskusi tersebut, Almira — sapaan akrabnya — menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam mengawasi pelaksanaan program MBG (Makan Bergizi Gratis), yang merupakan salah satu program unggulan Presiden RI ke-8, Prabowo Subianto.

Menurut Almira, secara konsep program MBG telah dirancang dengan baik untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan kelompok penerima manfaat. Namun, sejumlah persoalan yang muncul di lapangan lebih disebabkan oleh lemahnya pengawasan serta pelaksanaan teknis yang melibatkan pihak ketiga.
Permasalahan yang terjadi bukan pada konsep programnya, tetapi pada pelaksanaan teknis di lapangan. Ketika pengawasan lemah dan tenaga yang dilibatkan tidak profesional, maka potensi terjadinya kesalahan, termasuk kasus keracunan, bisa terjadi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pihak SPPG selaku pelaksana seharusnya mempekerjakan tenaga yang mumpuni, profesional, serta menjalankan proses produksi dan distribusi makanan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
Lebih lanjut, Almira juga menanggapi wacana penggantian program Makan Bergizi Gratis dengan bantuan uang tunai. Ia menilai hal tersebut tidak mudah untuk dilakukan karena MBG memiliki standar kualitas dan komposisi gizi yang telah disusun secara terukur.
“Program ini bukan sekadar memberikan makanan, tetapi memastikan asupan gizi yang tepat dan seimbang sesuai kebutuhan. Standar tersebut sulit dicapai apabila hanya diganti dengan bantuan uang tunai,” tegasnya.
Almira berharap ke depan sistem pengawasan dapat diperkuat, baik oleh pemerintah maupun melalui keterlibatan aktif masyarakat. Dengan demikian, program unggulan pemerintah tersebut dapat berjalan optimal, tepat sasaran, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.















