Menu

Mode Gelap
Puji Lestari Tuntut Keadilan, LBH Pesenggiri Kawal Ketat Kasus Pengeroyokan di Pringsewu Torehkan WTP 11 Kali Berturut-turut, Pemkab Pringsewu Membanggakan Pertahankan WTP 11 Kali, BPKAD Pringsewu Akan Terus Meningkatkan Tata Kelola Keuangan Daerah yang Transparan dan Akuntabel Merayakan Idul Adha, Jamaah Masjid Bamsol Pringsewu Utara Melaksanakan Qurban. Penyulingan BBM Bersubsidi di Aek Nabara Resahkan Warga Diduga Terjadi Penimbunan Pertalite dan Solar di Way Bungur Lampung Timur

Berita

Sebelum Mengakhiri Hidup di Pohon Coklat, IRT di Pringsewu Tinggalkan Pesan Untuk Suami

Avatarbadge-check


					Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

MataNasional.co.id Pringsewu – Warga Pekon Sukoharjo 3 kecamatan Sukoharjo Kabupaten Pringsewu, digegerkan seorang ibu rumah tangga PU (35) nekat mengakhiri hidupnya disebuah pohon coklat dibelakang rumahnya.

Korban yang diketahui sehari-hari berjualan gorengan tidak jauh dari rumahnya ini, pertama kali ditemukan oleh Bapaknya Tugino (67) pada Rabu Pagi (18/2/2026) sekitar pukul 05.30 Wib. Saksi saat itu akan kebelakang rumah untuk membersihkan kandang dan membuang sampah. Sesampainya di TKP, saksi kaget bukan kepalang melihat sesosok tergantung di pohon cokelat.“Saya kaget, tidak menyangka itu anak saya,” ujar Tugino dengan singkat.

Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari lokasi, polisi menemukan sebuah amplop berisi tulisan yang diduga pesan terakhir korban, yang berisikan permintaan maaf kepada suaminya serta pesan agar anak-anaknya dijaga ibadahnya.

Kapolsek Sukoharjo, AKP Juniko, mengatakan hasil pemeriksaan awal bersama tenaga medis Puskesmas Sukoharjo tidak menemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban.
“Dugaan sementara korban meninggal akibat bunuh diri. Namun untuk motifnya masih kami dalami,” kata Kapolsek mewakili Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunnus Saputra.

Atas peristiwa tersebut lanjut Kapolsek, pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah korban kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.”Saya mengimbau kepada masyarakat agar tidak ragu saling peduli di lingkungan sekitar. Menurutnya, perhatian sederhana seperti menyapa dan saling berkomunikasi bisa membantu seseorang yang sedang menghadapi masalah. Terutama bila ada yang terlihat murung berkepanjangan atau menghadapi tekanan hidup,” pintanya. (top)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Torehkan WTP 11 Kali Berturut-turut, Pemkab Pringsewu Membanggakan

29 Mei 2026 - 14:35 WIB

Pertahankan WTP 11 Kali, BPKAD Pringsewu Akan Terus Meningkatkan Tata Kelola Keuangan Daerah yang Transparan dan Akuntabel

29 Mei 2026 - 14:10 WIB

Merayakan Idul Adha, Jamaah Masjid Bamsol Pringsewu Utara Melaksanakan Qurban.

27 Mei 2026 - 05:42 WIB

Penyulingan BBM Bersubsidi di Aek Nabara Resahkan Warga

23 Mei 2026 - 05:58 WIB

Diduga Terjadi Penimbunan Pertalite dan Solar di Way Bungur Lampung Timur

23 Mei 2026 - 05:36 WIB

Trending di Berita